BERITA ANAK MEDAN - Siapa bilang kanker hanya 'milik' kaum pria saja. Sebuah
studi baru menyebutkan bahwa perempuan lebih rentan terserang kanker
dengan faktor pemicu rokok dan gaya hidup tak sehat.
Saat
ini kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pada 2015, diperkirakan ada
9 juta orang yang meninggal karena kanker dan tahun 2030 diperkirakan
ada 11,4 juta kematian karena kanker.
Kanker terlebih kanker
payudara memang banyak menyerang perempuan Indonesia. Penyakit ini
berbahaya dan sering tidak disadari sebelumnya.
Biasanya penyakit
kanker tidak selalu memiliki gejala yang terlihat atau terasa sakit
justru itu yang sangat berbahaya. Tiba-tiba saja penyakit kanker
tersebut sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Bahkan bahaya
kanker payudara sering tidak disadari sebelumnya. Biasanya penyakit
kanker tidak selalu memiliki gejala Informasi mengenai penyakit kanker
payudara ini sangat penting terutama bagi kaum wanita yang dikategorikan
rentan kanker.
Untuk itu bagi kaum wanita sebaiknya harus
hati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh.
Menurut Wakil Ketua
Yayasan Kanker Indonesia Dr. Lien Rohalina Oesadi ini menjelaskan bahwa
melalui perhatian serius maka kita dapat menghindari sekaligus mencegah
serangan kanker payudara sejak dini. Lihat artikel sebelumnya,
tanda-tanda awal kanker payudara.
Selain itu Dr. Lien Rohalina
Oesadi juga menambahkan agar segera dilakukan pencegahan melalui
penggalakan sosialisasi tentang kanker payudara di berbagai kalangan
baik orang tua maupun anak muda.
Ia juga memberikan salah satu
cara yang harus dilakukan oleh perempuan yakni dengan mendeteksi sedini
mungkin mengenai kanker payudara. Kemudian ia juga menjelaskan bahwa
cara menyadarinya sedini mungkin itu mungkin akan dapat menemukan
kelainan pada payudara.
Menurut informasi yang ia ketahui dari
hasil laporan lembaga dunia bidang kesehatan, WHO, pada tanggal 1 April
2004 lalu, menyebutkan bahwa penyakit kanker adalah penyakit yang banyak
terjadi dan menimbulkan kematian Di seluruh dunia terdapat lebih dari
10 juta penderita baru dan lebih dari enam juta mengalami kematian.
Menurut
Lien, wanita bisa mendeteksi sendiri apabila sudah selesai menstruasi
dalam jangka waktu sebulan sekali atau seminggu. Maka dengan cara
teratur diharapkan perempuan mengenal dengan baik keadaan payudaranya
sendiri.
Untuk itu sebagai seorang wanita sebaiknya harus lebih
berhati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh dari bahaya kanker payudara.
Rokok
dan bahaya kanker paru
Sementara menurut penelitian di
Inggris, perempuan ternyata lebih rentan terserang penyakit kanker
paru-paru yang disebabkan rokok daripada laki-laki.
Tim Ilmuwan
dari St Gallen Canton Hospital, Switzerland, menemukan bahwa penyakit
ini cenderung lebih mudah berkembang pada kaum perempuan meskipun mereka
tidak merokok sesering dan sebanyak kaum laki-laki. Hasil ini diketahui
setelah mereka melakukan penelitian terhadap 683 pasien yang menderita
kanker paru-paru.
“Hasil penelitian kami menunjukan bahwa
perempuan lebih rentan terhadap tembakau yang merupakan penyebab
kanker,” ujar Dr Martin Frueh, yang terlibat dalam penelitian.
Penemuan
yang sudah dipresentasikan dalam European Multidisciplinary Conference
in Thoracic Oncology (EMCTO), ini menyebutkan bahwa sekitar 90 persen
kasus kanker paru-paru disebabkan oleh rokok.
Kebiasaan merokok
juga diyakini ikut berperan dalam penyebaran kanker lainnya seperti
kanker pankreas, kerongkongan, dan ginjal. Parahnya, bahaya rokok
ternyata lebih berisiko menyerang kaum perempuan walaupun mereka jarang
merokok.
“Kanker paru-paru bukan hanya penyakit milik kaum
laki-laki, namun selama ini perempuan cenderung lebih khawatir dengan
penyakit kanker lainnya, seperti kanker payudara,” ujar Dr Enriqueta
Felip, selaku ketua konferensi.
“Pada awal 1900-an, kanker
paru-paru dilaporkan jarang menjangkit kaum perempuan, namun sejak tahun
1960-an penyakit ini semakin mencapai epidemik, menjadi penyebab utama
kematian pada perempuan yang menderita kanker di Amerika Serikat,
termasuk juga diantaranya adalah kanker payudara,” tambahnya.
Dalam
pertemuan yang berlangsung di Lugano, Switzerland, itu juga disampaikan
alternatif perawatan terbaru bagi penderita kanker paru-paru stadium
awal, yaitu dengan pemberian vaksin kanker dan targeted therapies.
Vaksin
ini sudah terbukti efektif pada 30 persen kasus dan dapat mencegah
munculnya kembali sel tumor setelah operasi.
Meskipun penyakit ini
lebih rentan menyerang perempuan, namun penelitian lain juga
menyebutkan bahwa daya tahan hidup perempuan pasca operasi pengangkatan
tumor paru-paru cenderung lebih lama dibandingkan laki-laki .
Penelitian
tersebut sebelumnya pernah dilakukan oleh tim peneliti dari Irlandia
yang dipimpin oleh Dr Bassel Al-Alao, dari St James's Hospital, Dublin.
Mereka memantau kemajuan dari 640 pasien yang telah menjalani operasi
pengangkatan tumor lebih dari 10 tahun.
Diketahui ternyata kaum
perempuan mampu bertahan hidup empat tahun lebih lama daripada laki-laki
yang hanya bisa bertahan hidup selama dua tahun pasca operasi.
Baca Berita Lainnya :