BERITA ANAK MEDAN - mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari dua fakultas berbeda, Senin, terlibat tawuran di lingkungan perguruan tinggi negeri tertua di Sumatera itu.

Kedua kelompok mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik tersebut terlibat tawuran dengan saling lempar batu dan kayu. Tawuran tersebut akhirnya dapat dihentikan setelah pihak kepolisian yang turun ke lokasi berusaha meredam perkelahian diantara kedua kubu yang bertikai.

Akibat tawuran tersebut seorang mahasiswa luka-luka terkena lemparan batu dan terpaksa menjalani perawatan di Poliklinik USU. Selain itu, dua sepeda motor milik mahasiswa dibakar serta beberapa mobil rusak akibat lemparan batu.

Rektor USU Prof Syahril Pasaribu mengatakan pihaknya belum mengetahui secara persis penyebab tawuran tersebut, namun ia menyesalkan terjadinya tawuran itu, karena tidak mencerminkan sebagai orang yang berpendidikan.

"Kalau ada kesalah pahaman diantara kedua kelompok bisa kita selesaikan bersama-sama dengan kepala dingin. Tidak harus diselesaikan dengan kekerasan seperti ini, tugasnya mahasiswa adalah belajar dengan baik bukan untuk berkelahi," katanya.

Sementara mengenai biaya perobatan terhadap mahasiswa yang mengalami luka akibat bentrokan tersebut ia mengatakan, pihak USU akan menanggung seluruh biaya obat dan perawatan selama menjalani perobatan.

"Jangankan dirawat di Poliklinik USU, dirawat di rumah sakit lain pun mahasiswa itu akan kita tanggung biaya perawatannya. Sebagai mahasiswa USU, kita bertanggung jawab atas perobatannya," katanya.

Kabag Humas USU, Bisru Hafi mengatakan pihaknya sudah mendamaikan pertikaian tersebut dengan mempertemukan perwakilan dari masing-masing kubu.

Selain itu, pimpinan kedua fakultas juga sedang mengadakan pertemuan membahas pertikaian tersebut. "Kita berharap dengan dipertemukannya kedua kubu, kedepan tidak ada lagi pertikaian serupa," katanya.

Tawuran mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik tersebut juga pernah terjadi 10 September 2011 saat berlangsungnya acara penyambutan mahasiswa baru yang digelar oleh Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) kedua fakultas.

Akibat bentrokan yang diakibatkan saling ejek tersebut, pihak rektorat akhirnya mempercepat acara penyambutan mahasiswa baru. Akibat bentrokan itu, satu mahasiswa juga mengalami luka akibat terkena lemparan batu.