Saturday, October 1, 2011

Sabtu Siang, Korban CASA Masih Hidup

BERITA ANAK MEDAN - Keluarga korban pesawat CASA 212-200, mengaku sempat berkomunikasi dengan korban pada sabtu (1/10/2011). Bahkan, korban mengangkat telepon walau tidak lama.

Diceritakan oleh Toni Simatupang, keluarga korban bernama Astuti, saat diwawancarai Metro TV, mengaku sempat menghubungi Astuti pada sabtu siang. Toni mencoba menelepon, hingga akhirnya terhubung pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.

"Pada saat masuk, jam dua atau tiga, diangkat ibu Tuti. Saya mengatakan, kamu semuanya mengharap bisa bertahan, sabar, bantuan akan datang. Lalu terputus. Saya sms lagi, satu jam lagi bantuan akan ke lokasi," jelas Toni saat wawancara dengan Metro TV, Sabtu (1/10/2011).

Saat dikonfirmasi ke tim evakuasi, tim mengaku tidak bisa memastikan. Sebab, tim mengaku kesulitan berkomunikasi sejak pesawat tersebut terjatuh. "Kami saja kesusahan melakukan kontak walau menggunakan telepon satelit," ujar Dan Timgab Evakuasi, Kapten Abdul Fajar.

Diperkirakan, pesawat tersebut jatuh akibat cuaca yang tidak mendukung. Angin bahorok diperkirakan menjadi penyebab sehingga menghempaskan pesawat tersebut. Pesawat CASA 212-200 milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) di Langkat, Sumatera Utara (Sumut) jatuh di sekitar lereng Pegunungan Bukit Barisan saat melayani rute penerbangan komersil Medan-Kutacane, Aceh, Kamis

0 komentar:

Post a Comment

Lowongan kerja Medan 2012 :

 
Design by blogger Themes | Bloggerized by agroy - Berita anak medan | Best By blogger