Tuesday, June 7, 2011

Penutupan Gang Dolly tidak Mendadak

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya tidak ingin gegabah menanggapi keinginan sejumlah pihak lain agar kawasan pelacuran terbesar di Jawa Timur, Gang Dolly, ditutup, seperti yang sering dilontarkan Pemprov Jawa Timur dan sejumlah organisasi Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah selama ini.
"Tidak gampang menutup Gang Dolly. Perlu strategi khusus karena menyangkut masalah sosial dan ekonomi," ungkap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada wartawan di Surabaya, kemarin.
Meski begitu, menurut Tri, pihaknya telah memiliki strategi khusus untuk menutup Gang Dolly tanpa harus meninggalkan dampak sosial dan ekonomi bagi penghuni ataupun warga.
"Pemkot memiliki strategi yang tidak bisa diketahui masyarakat luas karena menyangkut dampak sosial. Jadi, harus hati-hati," ujarnya.
Tri Rismaharini menyatakan penutupan Gang Dolly secara mendadak bukanlah solusi terbaik, sebab bisa memunculkan masalah sosial baru. Apalagi, banyak warga yang mengantungkan ekonomi dari berjualan di sekitar lokasi itu.
Selain itu, akan memunculkan pelacuran di berbagai tempat yang tidak bisa terkontrol. "Seperti balon, ditekan kanan gelembung kiri, seterusnya begitu dan kita tidak ingin," ujarnya.
Kini yang bisa dilakukan hanya mengurangi jam buka lokalisasi tersebut sampai akhirnya nanti banyak yang enggan datang ke Gang Dolly dan kemudian ditutup.
Jam buka Gang Dolly biasanya pukul 18.00 WIB dan tutup pukul 01.00. Namun, baru-baru ini jadwal buka dibatasi mulai pukul 09.00 dan harus tutup pukul 00.00.
"Begitu saja masih banyak yang melanggar."
Strategi tersebut sedikit bisa mengurangi jumlah pria hidung belang yang datang ke Gang Dolly. Sekarang jumlah pengunjung Gang Dolly terus turun. Hal ini seiring berkurangnya jumlahnya pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi tersebut. Tercatat jumlah PSK di Gang Dooly saat ini tersisa sekitar 3.000 orang.
Dolly atau Gang Dolly adalah nama sebuah kawasan lokalisasi pelacuran yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Kota Surabaya. Di kawasan lokalisasi tersebut, wanita penghibur 'dipajang' di dalam ruangan berdinding kaca mirip etalase.
Lokalisasi itu termasuk yang terbesar di Asia Tenggara, lebih besar daripada Patpong di Bangkok, Thailand, dan Geylang di Singapura. Bahkan pernah terjadi kontroversi untuk memasukkan Gang Dolly sebagai salah satu daerah tujuan wisata Surabaya bagi wisatawan mancanegara.
 
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/07/231854/76/20/Penutupan-Gang-Dolly-tidak-Mendadak

0 komentar:

Post a Comment

Lowongan kerja Medan 2012 :

 
Design by blogger Themes | Bloggerized by agroy - Berita anak medan | Best By blogger