Tuesday, May 31, 2011

Ternyata Perempuan Lebih Susah Berhenti Merokok

Jakarta - Pria lebih baik dalam berhenti merokok, meskipun perempuan lebih termotivasi untuk berhenti, menurut temuan penelitian.

Para peneliti percaya bahwa perempuan merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan itu karena kepercayaan diri mereka untuk berhenti merokok lebih rendah, dan juga karena tembakau memainkan peran yang berbeda dalam hidup mereka.

Dan meskipun banyak wanita perokok berhenti saat hamil, mereka sering memulai lagi setelah anak lahir.

Studi itu menemukan bahwa sementara perempuan mungkin sangat termotivasi untuk berhenti, mereka sebenarnya kurang berhasil dibandingkan pria.

Sementara itu, perokok lebih tua lebih baik dalam berhenti merokok dibandingkan yang lebih muda, menurut temuan studi ini.

Peneliti itu melihat berbagai penelitian antara 1990 dan 2007 untuk mengetahui tingkat keberhasilan skema NHS (National Health Service) untuk membantu orang berhenti merokok.

Lebih sedikit perokok yang merujuk ke NHS untuk membantu berhenti merokok di daerah tertinggal (52,6 persen) dibandingkan di tempat lain (57,9 persen), meskipun proporsi mereka yang dirawat karena penyakit yang terkait merokok lebih tinggi.

Tapi mereka yang berasal dari daerah-daerah miskin sedikit lebih berhasil dalam berhenti merokok.

Analisis itu dilakukan oleh para ilmuwan dari National Institute for Health and Clinical Excellence dan dari Pusat Studi Pengendalian Tembakau Inggris.

Inggris merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki layanan penghentian merokok dan studi itu menunjukkan layanan ini benar-benar memberikan dukungan yang efektif bagi perokok yang ingin berhenti, kata tim peneliti.

Namun, mereka menambahkan, intervensi penghentian merokok yang lebih inovatif diperlukan untuk beberapa kelompok tertentu perokok.

"Sebagai contoh, karena gender, etnis, kelas, umur dan tingkat ketergantungan mempengaruhi keberhasilan dalam berhenti merokok, intervensi yang disesuaikan dapat membantu untuk meningkatkan tingkat penghentian," kata juru bicara penelitian.

"Dalam kasus wanita hamil, dua review layanan berhenti merokok NHS memberikan bukti bahwa perawatan yang paling efektif untuk perokok hamil mencakup unsur-unsur seperti pelatihan sistematis bidan tentang bagaimana mereferensikan perokok hamil, kunjungan rumah fleksibel, dan menyediakan perawatan multisesi intensif yang dilakukan oleh sejumlah kecil staf yang berdedikasi."

"Untuk mencapai target pemerintah membutuhkan pengembangan intervensi penghentian merokok yang lebih inovatif untuk beberapa kelompok tertentu perokok dan pengakuan bahwa kebijakan pengendalian tembakau perlu memperhitungkan tantangan unik yang dihadapi kelompok ini ketika mencoba untuk berhenti merokok."

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2011/05/30/brk,20110530-337743,id.html

0 komentar:

Post a Comment

Lowongan kerja Medan 2012 :

 
Design by blogger Themes | Bloggerized by agroy - Berita anak medan | Best By blogger