Thursday, May 26, 2011

Kontrasepsi Oral Turunkan Libido Wanita

Kontrasepsi oral memang tergolong mudah dan tak berefek besar bagi terganggunya hubungan intim antara Anda dan pasangan. Sayang, kontrasepsi ini berisiko menurunkan libido wanita
Ini terlihat dari survei yang menghasilkan banyak pengakuan tentang menurunnya libido bahkan tingkat kepuasaan seks dari wanita yang rutin mengonsumsi kontrasepsi oral, seperti dijelaskan terapis seks terkemuka Madeleine M Castellanos MD dari New York, AS.

Meskipun kontrasepsi oral bekerja pada cincin vagina dengan cara membuat estrogen sintetis, sebenarnya pada testosteron wanita menyebabkan efek samping seksual. Meskipun hanya 10 persen dari kadar testosteron wanita yang mengalir melalui aliran darah untuk membuat libido naik namun jangan lupakan testosteron juga bertanggung jawab untuk menjaga jaringan klitoris ereksi dan kelenjar sekitar vagina agar memberikan pelumas selama ada gairah seksual.

Seperti dibahas dalam buku Good in Bed untuk Female Orgasme, kontrasepsi oral meredam aksi memproduksi hormon indung telur sehingga produksi testosteron wanita pun diturunkan. Selain itu, estrogen sintetis dari kontrasepsi oral dapat meningkatkan tubuh memproduksi globulin (seks-hormon-binding /SHBG). Ketika testosteron terikat SHBG, tidak bisa bebas untuk digunakan oleh sel-sel tubuh. Sedangkan kontrasepsi oral dapat meningkatkan tingkat SHBG seorang wanita hingga 200 sampai 400 persen.

Jangan pernah berpikir bahwa pengaruh pada testosteron ini akan hilang ketika konsumsi kontrasepsi oral dihentikan. Sebab tingkat SHBG yang jauh di atas tingkat wanita dalam keadaan normal, bahkan dua tahun setelah berhenti konsumsi membuat dorongan seksual seorang wanita tidak mungkin kembali seperti sebelum mengonsumsi kontrasepsi oral tersebut.

Apakah itu artinya harus berhenti KB? Tidak juga, hanya saja Anda harus menyadari kemungkinan ini dan bersiaplah mengambil tindakan jika pasangan sudah mulai mengalami efek samping seperti libido yang lebih rendah.
Jika efeknya memengaruhi hasrat seksual, tidak selalu berarti harus berhenti minum pil. Sebaliknya konsultasilah ke dokter untuk mengubah jenis kontrasepsi oral agar bisa meringankan beberapa efek samping.

Namun jika akhirnya pasangan  mengalami gangguan fungsi seks dengan memutuskan untuk menghentikan penggunaan kontrasepsi oral, ingat bahwa Anda harus menurutinya dan menggunakan bentuk lain dari kontrasepsi ketika melakukan hubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
Pilihan lain seperti kondom memang sedikit tak menyenangkan, namun perasaan dan kenyamanan pasangan perlu pula Anda pertimbangkan.

0 komentar:

Post a Comment

Lowongan kerja Medan 2012 :

 
Design by blogger Themes | Bloggerized by agroy - Berita anak medan | Best By blogger